entah banyak sekali yang ingin saya tulis
berbeda dengan beberapa hari lalu saat tak ada tulisan yang ingin saya tuliskan, tapi kini? melimpah ruah
#senyum merekah, insyaAllah berkah. ini tagline saya sekarang
ini cerita tentang minggu ke 3 di Maret 2012.
berbicara mengenai Januari, maka target-an itu gagal. Hanya 2 Point saja yang gagal sebenarnya
berbicara mengenai Februari, sudah 12 hari lalu lewat
tapi ada cerita panjang tentang itu semua, dan semua itu berlalu bukan tanpa sebuah makna
bukan berlalu seperti air yang mengalir begitu saja, ada pelajaran disana.
Januari, saat semua sibuk KKN dan Liburan terutama kamu yang di Jogja.
Saya datang ke Jatinangor dengan sebuah semangat, bahwa "game" ini harus selesai di awal februari. Selesai memang, tapi seadanya!
Walau dengan segala kekurangan sana sini, tapi tahap awal sudah selesai. hasilnya adalah 1 Profesor, 1 Doktor dan 1 Master. Selesai dan ini harus ditaklukan!!!
Februari,
tengkar? sudah biasa lagi. itulah kita. klimaks semua?entahlah. tapi sampai sekarang kita tetap bersama.
membawa semangat setelah pulang dari Jatibening, ini semua harus selesai di akhir Februari. Semua ini harus selesai!dengan target 3 kali, tapi sejauh ini baru 2 kali. Serta dirasa masih sangat krang sana-sini. tapi kuyakin ini bisa selesai de=ibandingkan dengan teman-teman yang lain yang belum mengerjakan.
Maret ini, ini semua harus diputar lebih cepat.
Harus lebih keras, agar semua selesai!!!
dan Maret ini,sebelum nanti Aksi Kenaikan BBM. masih ada 2 minggu tersisa di Bulan Maret... Saya targetkan, ini semua harus Selesai....
"Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini." (QS. Al-Kahfi: 10).
Monday, March 12, 2012
Ini tentang sebuah musik dan tugas akhir
Ceria, penuh warna
ramai, penuh dengan semangat
mulai dari petikan kecil hingga petikan yang membuat mata 'terbuka"
tak pernah bosan kudengar,
saat semua pikiran penuh, saat langkah kaki tak kuat diangkat
maka lagu inilah yang kemudian kucoba nyalakan
hingga akhirnya kujadikan teman saat ingin menulis di blog-blog ini.
hingga akhirnya semua kembali menyenangkan
terutama saat pagi, putar lagu ini, kemudian nikmati suasana pagi.
Tak lupa saat konsep Self-Purification yang masih terus kupelajari untuk bimbingan "game" tahap 3
semoga minggu ini di bimbingan yang ke tiga semua beres dan lagu ini kembali "memutar"
inilah cerita tentang sebuah musik dan tugas akhir
Depapepe, Harvest
ramai, penuh dengan semangat
mulai dari petikan kecil hingga petikan yang membuat mata 'terbuka"
tak pernah bosan kudengar,
saat semua pikiran penuh, saat langkah kaki tak kuat diangkat
maka lagu inilah yang kemudian kucoba nyalakan
hingga akhirnya kujadikan teman saat ingin menulis di blog-blog ini.
hingga akhirnya semua kembali menyenangkan
terutama saat pagi, putar lagu ini, kemudian nikmati suasana pagi.
Tak lupa saat konsep Self-Purification yang masih terus kupelajari untuk bimbingan "game" tahap 3
semoga minggu ini di bimbingan yang ke tiga semua beres dan lagu ini kembali "memutar"
inilah cerita tentang sebuah musik dan tugas akhir
Depapepe, Harvest
Tentangmu dalam sebuah "keraguan"
Sabtu(10/3)
Aku yang seharusnya mendengarkan feedback mengenai sebuah pilihan-pilihan yang membuat otak saya harus berputar sangat cepat.
Tapi saat itu, kau bercerita banyak hal yang memang menarik dan sangat ingin saya dengarkan. terimakasih atas ceritanya.
Namun, ada sesuatu yang berkesan. ada yang menarik.
semua cerita mu menarik, ditambah dengan blog warna-warnimu pada dashboard atas menjadi sesuatu yang indah.
hingga akhirnya, muncullah sebuah keragu-raguan atas semua ini
ada cerita menarik darinya yang tak ada di kita
walau sempat kurasa saya seperti "dibohongi" atas cerita panjang selama ini.
seperti keraguan yang saya sampaikan pada malam itu
tapi itulah dirimu dengan segala tanda tanya hingga tulisan ini berhasil di muat pagi ini...
dan kuyakin, kau tak seperti itu.
(semoga) :)
@kamar mungil, 12/3/2012
Aku yang seharusnya mendengarkan feedback mengenai sebuah pilihan-pilihan yang membuat otak saya harus berputar sangat cepat.
Tapi saat itu, kau bercerita banyak hal yang memang menarik dan sangat ingin saya dengarkan. terimakasih atas ceritanya.
Namun, ada sesuatu yang berkesan. ada yang menarik.
semua cerita mu menarik, ditambah dengan blog warna-warnimu pada dashboard atas menjadi sesuatu yang indah.
hingga akhirnya, muncullah sebuah keragu-raguan atas semua ini
ada cerita menarik darinya yang tak ada di kita
walau sempat kurasa saya seperti "dibohongi" atas cerita panjang selama ini.
seperti keraguan yang saya sampaikan pada malam itu
tapi itulah dirimu dengan segala tanda tanya hingga tulisan ini berhasil di muat pagi ini...
dan kuyakin, kau tak seperti itu.
(semoga) :)
@kamar mungil, 12/3/2012
Friday, March 9, 2012
Ijinkan Saya Lulus Pada Waktu yang Tepat
Rabb,Aku memohon PadaMu
Tuhan yang Jiwa-Jiwa Kami berada di kekuasaanmu
Tuhan yang mendengar di kala Kami sendiri terkadang lupa bahwasannya Engkau Mendengar
Di Akhir tahun kuliah ini, semoga Engkau tetap meridhoi perjuangan kami ini semua
Di awal tahun ini, beberapa amanah datang dengan sangat cepat
Ku Yakin ini adalah karena Engkau begitu Sayang terhadap hamba
tapi semoga ini adalah langkah yang terbaik, seperti sabda Rasul-Mu
"Allah, kumohon agar Kau jadikan setiap keputusan yang kau takdirkan itu baik untukku (HR. Ibnu Majah) "
aamiin...
Tapi terakhir, biarkan Aku Lulus ya RAbb, agar bantu Aku untuk mampu menyelesaikan ini sesuai dengan kemampuan hamba
tanpa harus melupkan kewajiban Hamba terhadap orang-orang yang ada di sekitar hamba.
keluarga, dan lain-lain...
semoga Kau mampu juga memudahkan skripsi hamba, Kau jaga semangat hamba, Kau jaga kesehatan hamba.
Rabb, semoga inilah yang terakhir saat ini, kemudian biar hamba mencari sesuatu yang baru yang belum pernah hamba coba rasakan.
Bukan karena Hamba tak mau, hanya saja hamba ingin mencoba mengetahui hal lain yang belum pernah coba hamba lakukan.
teruntuk kedua orang tuaku, kedua adikku dan kakakku.
semoga Kalian mendapatkan berkah dari setiap penantian hamba saat ini..
@Jatinangor 11.12
Tuhan yang Jiwa-Jiwa Kami berada di kekuasaanmu
Tuhan yang mendengar di kala Kami sendiri terkadang lupa bahwasannya Engkau Mendengar
Di Akhir tahun kuliah ini, semoga Engkau tetap meridhoi perjuangan kami ini semua
Di awal tahun ini, beberapa amanah datang dengan sangat cepat
Ku Yakin ini adalah karena Engkau begitu Sayang terhadap hamba
tapi semoga ini adalah langkah yang terbaik, seperti sabda Rasul-Mu
"Allah, kumohon agar Kau jadikan setiap keputusan yang kau takdirkan itu baik untukku (HR. Ibnu Majah) "
aamiin...
Tapi terakhir, biarkan Aku Lulus ya RAbb, agar bantu Aku untuk mampu menyelesaikan ini sesuai dengan kemampuan hamba
tanpa harus melupkan kewajiban Hamba terhadap orang-orang yang ada di sekitar hamba.
keluarga, dan lain-lain...
semoga Kau mampu juga memudahkan skripsi hamba, Kau jaga semangat hamba, Kau jaga kesehatan hamba.
Rabb, semoga inilah yang terakhir saat ini, kemudian biar hamba mencari sesuatu yang baru yang belum pernah hamba coba rasakan.
Bukan karena Hamba tak mau, hanya saja hamba ingin mencoba mengetahui hal lain yang belum pernah coba hamba lakukan.
teruntuk kedua orang tuaku, kedua adikku dan kakakku.
semoga Kalian mendapatkan berkah dari setiap penantian hamba saat ini..
@Jatinangor 11.12
Ingin Menulis
Ingin sekali menulis
tapi entah apa yang dapat kutulis
sampai kadang keinginan menulis ini tak mampu di realisasikan
entah mengapa, tapi tetap saja tak mampu
hanya mampu terlintas sejenak
tapi kemudian ide menulis hilang begitu saja
hingga akhirnya tulisan ini yang mampu ku buat
@Jatinangor, 10.22
Saturday, January 7, 2012
Kutipan Puisi
Ingatan tentang Kalian
Dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Aku bersemayam bersama ingatan tentang kalian
Kudekap dan kuucap namamu satu demi satu
Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu
Walau tiada aksara di sana
Walau tiada wujud yang serupa
Tanpa pernah tertukar aku menemukanmu semua
Sebagaimana engkau semua menemukanku
Empat, lima, dan enam
Berapapun banyaknya kita tersempal
Perlahan lebur menjadi tunggal
Dua, satu, dan kosong
Bersama kita lenyap menjadi tiada
Dalam ranah yang mereka sebut kehidupan,
Aku dan kalian menangis dan meregang di antara ruang
Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama dan rupa
Masihkah kau mengenali aku?
Masihkah aku mengenalimu?
Jiwa kita tertawa dan berkata:
Berjuta kelahiran dan kematian telah kita dayakan,
Berjuta kata dan sabda telah kita ucapkan,
Berjuta wadah dan kaidah telah kita mainkan,
Hanya untuk tahu tiada kasih selain cinta
Dan tiada jalinan selain persahabatan
Meski tak terkira banyaknya nama dicipta
Meski tak terhingga rasa menjadi pembeda
Aku akan menemukanmu semua, sebagaimana engkau semua menemukanku
Sahabat, jika kita berpecah raga
Satu, jika kita memadu raga
Tiada, jika hanya jiwa
Inilah kenangan yang kucuri simpan
Saat kubersemayam dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Inilah kenangan yang kusisipkan di sela-sela mentari dan bulan
Yang kelak mereka bisikkan saat kucari kalian
Dalam belantara yang dinamai kehidupan
Ingatan pertama dan terakhir
Yang mengikuti saat aku terlahir
Yang bersembunyi hingga kalian semua hadir
Yang menemani saat udara usai mengalir
Cinta dan sahabat
Sahabat dan cinta
Itulah jiwa yang terpecah dengan sederhana
Sisanya fana
(Dibacakan pada acara Dove “Real Beauty Real Friends”, 4 Okt 2006)
Dee Lestari
Dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Aku bersemayam bersama ingatan tentang kalian
Kudekap dan kuucap namamu satu demi satu
Sebelum lautan cahaya melarutkan kita dan waktu
Walau tiada aksara di sana
Walau tiada wujud yang serupa
Tanpa pernah tertukar aku menemukanmu semua
Sebagaimana engkau semua menemukanku
Empat, lima, dan enam
Berapapun banyaknya kita tersempal
Perlahan lebur menjadi tunggal
Dua, satu, dan kosong
Bersama kita lenyap menjadi tiada
Dalam ranah yang mereka sebut kehidupan,
Aku dan kalian menangis dan meregang di antara ruang
Aku dan kalian tersesat dalam belantara nama dan rupa
Masihkah kau mengenali aku?
Masihkah aku mengenalimu?
Jiwa kita tertawa dan berkata:
Berjuta kelahiran dan kematian telah kita dayakan,
Berjuta kata dan sabda telah kita ucapkan,
Berjuta wadah dan kaidah telah kita mainkan,
Hanya untuk tahu tiada kasih selain cinta
Dan tiada jalinan selain persahabatan
Meski tak terkira banyaknya nama dicipta
Meski tak terhingga rasa menjadi pembeda
Aku akan menemukanmu semua, sebagaimana engkau semua menemukanku
Sahabat, jika kita berpecah raga
Satu, jika kita memadu raga
Tiada, jika hanya jiwa
Inilah kenangan yang kucuri simpan
Saat kubersemayam dalam ranah yang mereka sebut keabadian
Inilah kenangan yang kusisipkan di sela-sela mentari dan bulan
Yang kelak mereka bisikkan saat kucari kalian
Dalam belantara yang dinamai kehidupan
Ingatan pertama dan terakhir
Yang mengikuti saat aku terlahir
Yang bersembunyi hingga kalian semua hadir
Yang menemani saat udara usai mengalir
Cinta dan sahabat
Sahabat dan cinta
Itulah jiwa yang terpecah dengan sederhana
Sisanya fana
(Dibacakan pada acara Dove “Real Beauty Real Friends”, 4 Okt 2006)
Dee Lestari
Sunday, December 25, 2011
Kamu yang sedang marah
Engkau yang sedang marah, … sudahlah … Janganlah kau teruskan memarahinya, yang sesungguhnya sudah tahu bahwa dia salah. Bukankah penyesalannya sudah cukup menyiksanya? Apakah engkau menjadi lebih mulia dengan membuatnya merasa semakin rendah dan terluka dalam penyesalannya? Apakah dunia ini menjadi lebih baik denganmu yang marah tanpa arah, dan dia yang meminta maaf kepadamu yang tanpa rasa kasihan? Sudahlah … Lembutkanlah hatimu, dan lihatlah dia dengan kasih sayang. Ingatlah, suatu ketika nanti engkau akan juga berada dalam keadaan yang sama. Dan engkau akan tahu rasa dari penyesalan dan permintaan maaf yang ditepis seperti lalat yang kotor. Sudahlah … Berkasih sayanglah. Damaikanlah hatimu dengan memaafkannya. Dan dalam tangis yang bersulam tawa kecil, dan dalam senyum haru yang berlelehkan air mata, lupakanlah masa lalu, hiduplah sepenuhnya hari ini, dan jadilah pribadi yang sehat, damai, dan bernafas lapang menyambut semua kemungkinan baik masa depan - yang disediakan bagi jiwa yang meneruskan kehidupan dengan damai, walau keadaan dan kejadian seperti memberimu hak untuk marah dan merusak dirimu sendiri. Berhentilah marah. Memaafkan menjadikan jiwamu berpendar indah. Memaafkan menjadikanmu sesuai bagi keindahan hidup yang kau rindukan. Tersenyumlah, dan bernafaslah dalam selapang-lapangnya dada. Mario Teguh - Loving you all as always
Subscribe to:
Posts (Atom)